Agus Sutrisno

April 2, 2008

Kewajiban Asasi & Hak Asasi

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — Agus Sutrisno @ 1:11 am

Banyak orang saat ini membicarakan hak asasi, padahal apabila kita bicara tentang hak maka itu adalah tuntutan tetapi jarang sekali orang yang membicarakan kewajiban asasi, karena kewajiban itu berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab. 
Padahal sesungguhnya kita baru boleh berbicara tentang hak apabila telah melaksanakan kewajiban.
Orang yang adil adalah orang yang menjaga keseimbangan antara kewajiban dan hak, sedangkan orang yang bijaksana adalah orang yang mampu mengutamakan dan mendahulukan kewajiban daripada hak, orang ikhlas adalah mereka yang mampu melaksanakan kewajiban tanpa menuntut hak dengan dasar kewajiban asasi yaitu tugas dari Allah SWT dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Semoga kita semua bisa melaksanakan kewajiban asasi tersebut. Amin Ya Rabbal Alamin.

Education For All And Lifetime Education

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — Agus Sutrisno @ 12:09 am

Education For All And Lifetime Education

Dalil hadits:
طَلََبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.” (H.R. Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Al Hafidz Al Mazziy)

Perjalanan menuntut ilmu merupakan perjalanan yang tidak berujung (lifetime), karenanya harus ditempuh oleh setiap muslim sepanjang perjalanan hidupnya, Rasulullah saw sendiri mengisyaratkan kepada kita dengan sabdanya yang terkenal, yakni “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Dalam hadits itu, beliau tidak menyatakan tuntut ilmu dari buaian sampai mati, kesan yang bisa kita tangkap dari kalimat beliau adalah meskipun seseorang sudah mati, bila seandainya sampai sebelum dikuburkan kita masih bisa mendapakan ilmu, maka carilah ilmu itu.

semua manusia adalah belajar dengan tiada akhir, ingat kembali siapa diri kita yang dulu tidak ada, tidak bisa berbuat apa-apa lalu menjadi seperti saat ini, darimanakah kita bisa belakukan segala aktitivtas, tentu adalah dari proses belajar yang tiada henti. salah satu dari sekian banyak proses belajar manusia adalah dari mencontoh. Manusia boleh mencontoh dan memang pada hakikatnya semua manusia mencontoh, akan tetapi masalahnya bukan pada mencontohnya melainkan apa yang dicontoh dan bagaimana proses mencontohnya, kalau manusia mencontoh kebaikan dengan sebuah proses yang baik tentu saja boleh dan sangat dianjurkan bahkan kita semua disuruh untuk mencontoh kebaikan yang berasal dari pemberi contoh sejati yaitu Rasullullah SAW.
“sungguh dalam diri Rasullullah itu terdapat suri tauladan yang baik”

Blog pada WordPress.com.